Pemilik Warung Tuak Ogah Damai, Ngotot Polisikan Ormas FPI

Lamria Manullang
BM News – Tampaknya Lamria Manullang, penjual tuak di Batang Kuis, Deli Serang, Sumatera Utara yang menjadi buah pemberitaan akibat persekusi yang dilakukan oleh ormas Front Pembela Islam (FPI) tak ingin berdamai.

Lamria Manullang ingin terus membawa kasus persekusi yang dilakukan ormas FPI ke jalur hukum karena telah menutup paksa kedai miliknya.

Ia pun menuju Polres Deli Serdang untuk melaporkan kasus tersebut. Laporan tersebut diterima dengan nomor LP/209/IV/2020/SU/Resta-DS pada Rabu (29/4).

Kapolresta Deli Serdang, Kombes Yemi Mandagi, Kamis (30/4/2020) menyatakan “Kasus ini telah ditangani dan diambil alih oleh Polresta Deli Serdang serta sekarang tengah ditangani masalah yang terjadi secara profesional sesuai dengan prosedur agar dapat memberikan rasa keadilan,” .

Ketua FPI Batang Kuis, Iskandar Ansor pada kesempatan sebelumnya menyatakan dirinya telah mengajukan permohonan maaf secara langsung dan tertulis kepada pemilik kedai tuak.

Iskandar mengatakan “Saya mohon maaf, benar, itu saya sampaikan secara lisan dan tulisan. Saya meminta dimaafkan atas keributan yang terjadi. Akan tetapi kalau atas penutupan warung tuak itu saya nggak mau. Memang seharusnya warung itu tutup,”.

Ia menambahkan “Saya yang meminta maaf ke penjual tuak, saya yang minta maaf bukan karena menutup, tapi karena perusakan itu,” .

Iskandar mencoba menjelaskan secara detail kronologi penutupan paksa kedai tuak milik Lamria Manulang tersebut. Menurutnya hal tersebut tidak tiba-tiba terjadi.

Pihak FPI telah lama meminta pihak kecamatan serta aparat desa setempat yaitu kepala dusun untuk menyampaikan kepada Lamria agar kedai miliknya tersebut tidak menjual tuak saat Ramadhan.

Iskandar menuturkan, tepatnya Maret lalu, dia telah berkoordinasi dengan camat supaya Lamria tidak membuka kedai tuak itu selama Ramadhan.

Pada waktu itu ia menjelaskan, “Pak Camat waktu itu memberikan tanggapan akan melakukan koordinasi dengan Polsek, katanya. Mungkin momen Covid-19 ini agak membuatnya sibuk, mungkinlupa atau apa, saya kembali mengingatkan ketika telah dekat Ramadhan, 10 hari sebelum Ramadhan saya ingatkan lagi,” katanya.

Iskandar juga menjelaskan bahwa ia sudah mengirimkan surat ke kepala dusun setempat supaya ikut memberikan peringatan kepada pemilik kedai tuak itu tidak menjual tuak selama Ramadhan.

Ia menambahkan bahwa perwakilan dari pemilik kedai tuak telah bertemu dengannya serta meminta agar mereka tetap bisa berjualan tuak.


“Ketika masuk bulan Ramadhan mereka masih jualan tuak. Saya surati kepala dusun, Ramadhan kedua atau berapa, kepala dusun surati warung tuak itu,” imbuhnya.

Kepala dusun juga telah mengirimkan surat yang ditembuskan juga ke kepala desa, kapolsek, dan camat.

“Sorenya datang perwakilan dari warung tuak ke rumah saya, minta supaya jangan, tetap buka lah, mana bisa saya bilang,” ucapnya.


“Jadi intinya kita nggak melarang kalau jualnya teh manis, kopi,” sambung Iskandar.

Karena kedai tuak tersebut tetap berjualan. Iskandar menjelaskan ada beberapa warga kemudian melakukan aksi penutupan yang kemudian berujung ribut dan viral.

“Diminta orang itu tutup hari ini, ya sudah saya bilang, makanya itu terjadi lah keributan,” tandas Iskandar.

Berikut detik penutupan yang viral tersebut, seperti terlihat di akun youtube Tribunwow Official berikut ini:

Semoga perkara ini cepat selesai dan ditemukan rasa keadilan antara kedua belah pihak.

(sumber: pojoksatu)

Post a Comment for "Pemilik Warung Tuak Ogah Damai, Ngotot Polisikan Ormas FPI"

Berlangganan via Email