Pelanggar PSBB akan dikenakan Rompi Orange

Rompi PSBB
BMNews -- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin mengatakan rompi yang dikenakan pelanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dibuat mirip dengan rompi oranye tersangka korupsi milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sudah ditetapkan rompi warna oranye, di belakangnya tertulis pelanggar PSBB," kata Arifin saat dikonfirmasi, Selasa (12/5).

Dalam Peraturan Gubernur Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran PSBB dalam Penanganan Covid-19 di Jakarta diatur bahwa salah satu sanksi yang akan diterapkan yakni kerja sosial membersihkan fasilitas umum dengan mengenakan rompi.

Sanksi itu akan dikenakan bagi warga yang tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, tidak menjaga jarak fisik, atau berkerumun lebih dari lima orang.

"Jadi kalau nanti ada warga yang melanggar maka dia akan dipakaikan rompi oranye dan bertuliskan pelanggar PSBB, kemudian dia nyapu jalan, bersihin taman, bersihin tempat tempat umum," ujarnya.

Menurut Arifin, para pelanggar juga dapat membayarkan denda sesuai aturan dalam Pergub jika tidak berkenan menjalani sanksi kerja sosial.

"Kadang ada orang enggak mau disuruh kerja sosial. 'Masa saya seorang direktur, seorang kerja merasa punya duit, suruh nyapu di jalanan. Ah saya bayar denda saja ah', ya denda bayar," katanya.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran PSBB dalam Penanganan Covid-19 di Jakarta.

Anies mengatakan penerbitan Pergub 41/2020 itu bertujuan agar masyarakat dapat lebih disiplin dalam menjalankan aturan-aturan dalam PSBB. Langkah ini guna menekan angka penyebaran virus corona di Jakarta.

Menurut Anies, penerapan sanksi aturan dalam PSBB baru akan diterapkan setelah pembagian masker gratis ke seluruh warga Jakarta rampung. Setiap kelurahan disediakan masker, sehingga nanti jika warga yang tidak memiliki masker, dapat mendatangi kelurahan.

PSBB di Jakarta telah berjalan dua tahap. Tahap pertama pada 10-23 April, sementara tahap kedua berlangsung dari 24 April hingga 22 Mei 2020. Meskipun demikian, masih banyak warga yang belum mematuhi larangan dalam pelaksanaan PSBB.

Selain itu, kasus positif virus corona di Jakarta juga masih terus bertambah selama pelaksanaan PSBB. Hingga hari ini, kasus positif virus corona di Jakarta secara kumulatif mencapai 5.303 orang. Dari jumlah itu, 1.262 orang sembuh, dan 456 orang lainnya meninggal dunia. ( cnnindonesia.com )

Post a Comment for "Pelanggar PSBB akan dikenakan Rompi Orange"

Berlangganan via Email