Kronologi Penganiayaan Wanita Tanpa Busana Hingga Bersimbah Darah di Hotel Jakbar

Ilustrasi ditangkap. (Pixabay/KlausHausmann)

Bangmamad.com - Polisi memaparkan detik-detik penganiayaan yang dialami oleh seorang wanita berinsial E (19) hingga ditemukan tergeletak berlumuran darah disebuah hotel di Jakarta Barat (Jakbar).

Penganiayaan berlangsung cukup sadis, mulai dari penusukan sebanyak 12 kali, benturan ke kepala korban hingga pelaku berusaha menyekoki korban dengan sebuah pil.

Kapolsek Taman Sari, AKBP Abdul Ghafur mengatakan kasus itu bermula saat pelaku dan korban berkomunikasi melalui aplikasi Michat pada Sabtu (2/5/2020) lalu. Keesokan harinya, pada Minggu (3/5/2020), pelaku dan korban berjanjian bertemu di sebuah hotel di daerah Taman Sari, Jakbar.

"Pelaku menuju hotel langsung menuju ke kamar," kata AKBP Ghafur dalam konferensi pers di Polsek Taman Sari, Jakarta, Jumat (8/5/2020).

Ghafur menyebut korban sempat kesal dengan pelaku karena pelaku terlambat datang menemuinya. Korban juga saat itu meminta uang sebesar Rp600 ribu kepada pelaku sebelum mereka berhubungan intim di kamar hotel tersebut.

"Korban janjian ketemu jam 11, namun pelaku nggak datang-datang sehingga korban kesal, keluarlah kata-kata 'ada uang nggak sih, kalau nggak ada ya nggak usah'. Saat buka pintu yang diserahkan pelaku pertama uang Rp600 ribu," ungkap Ghafur.

Singkat cerita pelaku dan korban sudah selesai berhubungan intim. Pelaku mengambil pisau lipat yang dia bawa dan diletakan di bawah tumpukan bajunya untuk menganiaya korban saat itu.

"Terjadi perlawanan, pelaku langsung melakukan penikaman berberapa kali. Sesuai visum kita temukan ada 12 tusukan. Beberapa tusukan dipungung, leher, dada, di tangan sebelah kiri," kata Ghafur.

Korban saat itu sudah dalam kondisi pingsan dan pelaku pergi ke kamar mandi. Korban pun tersadar dan mencoba menghubungi temannya menggunakan telepon miliknya.

Pelaku pun menyadari hal itu dan kembali menganiaya korban dengan cara membenturkan kepala korban ke dinding. Korban juga sempat dicekoki sebuah pil yang hingga kini polisi masih mengusut jenis pil tersebut.

"Menurut keterangan korban, pelaku juga sempat mencekoki obat yang warna hijau ke dalam mulut korban. Saat dimasuki mulut, korban melakukan serangan dengan mengigit tangan pelaku," ungkap Ghafur.

Korban kemudian kembali pingsan dan pelaku melarikan diri dengan membawa harta korban seperti uang, cincin dan handphone. Korban tersadar dan langsung meminta tolong.

Tak butuh waktu lama, polisi berhasil meringkus tersangka utama berinisial M (22) yang kesehariannya sebagai sopir ojek online serta pelaku berinisial IR (39) yang berperan sebagai penadah. Polisi juga masih memburu satu pelaku lainya berinisial D, karena D berperan mengantar pelaku ke hotel serta menjual barang hasil perampokan itu.

Atas perbuatanya, para tersangka dikenakan pasal berlapis mulai dari Pasal 480 KUHP, Pasal 365 ayat 4 dan 351 KUHP. Para tersangka terancam hukuman di atas 5 tahun penjara. (indozone.id)

Post a Comment for "Kronologi Penganiayaan Wanita Tanpa Busana Hingga Bersimbah Darah di Hotel Jakbar"

Berlangganan via Email