Korban Corona: Bayi 8 Bulan PDP Asal Raja Ampat Meninggal Dunia

Ilustrasi: Pemakaman Jenazah COVID-19 (foto: liputan6.com)

BM News
- Tim gugus tugas pencegahan dan penanganan Covid-19, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat kembali mengumumkan perkembangan penyebaran dan penanganan wabah Covid-19 per tanggal 17 Mei 2020.

Dalam keterangan pers di posko gugus tugas pencegahan dan penanganan Covid-19 Kabupaten Raja Ampat, Jubir Gugus Tugas, dr. Rosenda menyampaikan adanya seorang bayi berusia 8 bulan yang sebelumnya merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) dilaporkan meninggal dunia, pada Sabtu 16 mei 2020 di RSUD Raja Ampat.

Bayi tersebut merupakan pasien dalam pengawasan dari wilayah Puskesmas Waisai. Sebelumnya ia dilarikan ke RSUD Raja Ampat dengan keluhan infeksi saluran napas berat.

“Kasus PDP yang meninggal satu orang, dari wilayah Puskesmas Waisai, laki-laki (usia 8 bulan), datang ke rumah sakit dengan infeksi saluran napas berat, klinis sudah berat, didapatkan rapid test immunoglobulin G positif, sudah dimakamkan” terang dia, Minggu (17/5/2020).

Rosenda juga menambahkan PDP tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan. “Dari informasi yang digali kemarin tidak ada riwayat perjalanan, tapi tim akan terus melakukan tracing. Selain itu, swab PDP yang meninggal, telah diambil dan dikirim ke Makassar," tuturnya.

Sementara itu, data perkembangan penanganan Covid-19 hingga Minggu hari ini menurut dia, kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 15 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 6 orang dan 1 meninggal, orang dalam pemantauan (ODP) 71 orang, serta orang tanpa gejala (OTG) berjumlah 88.


Masyarakat Raja Ampat diimbau tetap mengikuti anjuran pemerintah dengan melakukan physical distancing, perilaku hidup bersih dan sehat, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, senantiasa mengenakan masker, dan tetap bekerja, belajar dan beribadah di rumah. (okezone)

Post a Comment for "Korban Corona: Bayi 8 Bulan PDP Asal Raja Ampat Meninggal Dunia"

Berlangganan via Email