Jatim Gelar Salat Id, MUI: Tak Ada Aturan Hentikan Ibadah Tutup Masjid

Umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri.(antara)

BM NEWS – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, KH. Abdussomad Bukhori mendukung penuh keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mengizinkan masjid menggelar kegiatan ibadah termasuk Salat Idul Fitri 1441 Hijriyah/2020 meski di tengah pandemi COVID-19.

Menurut dia, ibadah merupakan kebutuhan sangat mendasar yang diatur juga dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia (UUD RI 1945). Apalagi, kata dia, masyarakat juga masih banyak bekerja di luar, pasar dibuka dan mal dibuka sehingga mereka memerlukan masjid.

"Kalau ditutup akan menyusahkan masyarakat. Pertimbangan inilah Pemprov mengambil keputusan seperti itu (mengizinkan kegiatan di masjid). Kami sangat mendukung, dan tolong keputusan ini jangan diubah lagi karena ini tuntutan masyarakat," kata Bukhor seperti dikutip tvOne pada Minggu, 17 Mei 2020.

Ia mengatakan karena ibadah diatur UUD RI 1945, seharusnya pemerintah memberikan perlindungan tentu masjid yang menggelar kegiatan ibadah termasuk Salat Idul Fitri nanti dikawal supaya pelaksanaannya dengan baik sesuai protokol kesehatan COVID-19.

"Saya membaca dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 Pasal 4, tidak ada kalimat menghentikan ibadah apalagi menutup masjid. Di sana kalimatnya jelas, pembatasan. Artinya, pembatasan itu ada aturan-aturan protokol kesehatan harus diterapkan ketat, jaga jarak, pakai masker," ujarnya.

Di samping itu, Bukhori mengatakan bagi warga yang dinyatakan positif COVID-19 tentu langsung diisolasi masuk rumah sakit. Nah, masyarakat yang melakukan Salat Idul Fitri ini diharapkan mereka yang sehat dan yang sakit tentu jangan berjamaah di masjid.

"Mari kita sama-sama menghadapi corona tentu dengan berbagai macam pertimbangan, karena kita enggak tahu sampai kapan corona ini selesai," jelas dia.

Sumber: viva

Post a Comment for "Jatim Gelar Salat Id, MUI: Tak Ada Aturan Hentikan Ibadah Tutup Masjid"

Berlangganan via Email