Bansos Corona Amburadul, Pemerintah Jokowi dalam Bahaya Besar, Gerakan Sulit Dihentikan

Bantuan sosial pemerintah untuk masyarkat terdampak corona atau Covid-19. Foto Kemensos

Bangmamad.com – Bantuan sosial dari pemerintah untuk masyarakat miskin dan rentan miskin di tengah wabah corona atau Covid-19 menuai polemik.

Terbaru, banyak pihak yang mengeluhkan bansos yang tidak sesuai dengan data yang diajukan.

Keluhan itu datang dari kepala daerah hingga ke tingkat paling bawah yakni RT/RW.

Karena itu, tak sedikit pula yang menilai bahwa data penerima bansos yang dimiliki pemerintah amburadul.

Hal itu diamini pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta (UNJ), Saiful Anam.

“Data bansos pemerintah amburadul, angka pasti tidak ada, akhirnya masyarakat suruh mendaftar,” ucap Saiful Anam kepada RMOL, Selasa (5/5).

Dengan tidak meratanya bansos yang diterima masyarakat miskin akibat wabah corona, dinilainya akan sangat membahayakan pemerintah.

Pasalnya, kondisi itu bisa memicu kemarahan masyarakat sehingga memberontak.

“Karena mereka yang tidak kebagian bansos tidak hanya akan berteriak, tapi juga akan memberontak,” tegas Saiful Anam.

“Itu yang harus diantisipasi oleh pemerintah,” ingatnya.

Dengan distribusi bansos seperti saat ini, dirinya ragu pemerintahan Jokowi bisa mengatasi wabah corona dengan cepat.

“Ini juga menandakan pemerintah tidak siap. Data bansos saja tidak jelas, gimana mau membasmi corona?” heran Saiful. (psid)

Post a Comment for "Bansos Corona Amburadul, Pemerintah Jokowi dalam Bahaya Besar, Gerakan Sulit Dihentikan"

Berlangganan via Email