Angka Meninggal Corona di Sumatra Utara Mencapai 13 Orang

Gambar lustrasi
BMNewa -- Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Whiko Irwan mengatakan saat ini jumlah pasien yang terinfeksi virus corona (SARS-CoV-2) berdasarkan hasil tes PCR (Polymerase Chain Reaction) bertambah menjadi 124 orang penderita dari sehari sebelumnya 117 orang.

"Jadi meningkat 7 orang dari hari kemarin. Sementara yang meninggal dunia sebanyak 13 orang serta ada 41 orang yang dinyatakan sembuh. Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat tercatat ada 158 orang, 101 di antaranya di Kota Medan dan 22 orang dirawat di Deliserdang," kata Whiko, Minggu (3/5/2020).

Whiko juga mengklarifikasi informasi yang simpang siur terkait pemberhentian atau PHK para dokter dan tenaga kesehatan sebagai petugas medis penanganan Covid-19 di RS GL Tobing Tanjung Morawa, Deliserdang.

"Kemarin kita mendapat berita yang kurang benar, bahwa mereka (tenaga kesehatan) di PHK dan sebagainya. Perlu diluruskan di sini, bahwa petugas kesehatan yang mengawaki RS GL Tobing sebagai rujukan Covid-19, dibentuk dalam tim satgas kesehatan yang telah ditunjuk Pemprov Sumut," sebutnya.



Dari penunjukan para dokter atau tenaga kesehatan itu, lanjutnya, ada jadwal dan batas waktu yang diberikan selama masa penanganan di rumah sakit. Mengingat risiko penularan di kalangan tenaga tersebut masuk kategori tinggi, maka mereka harus melaksanakan isolasi maupun karantina, pada saat melaksanakan perawatan pasien.



"Bahwa jadwal bertugas mereka terdiri dari dua pekan, untuk bekerja (operasional) di rumah sakit rujukan. Selanjutnya melaksanakan karantina (mandiri) dua pekan. Sepekan di antaranya mengkarantinakan diri di penginapan (hotel)," jelasnya.

Selama tim satu dikarantina, kata Whiko, maka operasional RS GL Tobing dilakukan oleh tim dua, dan demikian seterusnya. Setelah sebulan, pergantian akan kembali kepada petugas yang lama usai menjalani karantina. Juga bisa dimungkinkan ada pergantian petugas kesehatan yang baru.

"Saat ini mereka sebagian kecil digantikan oleh petugas yang baru, yang mana dikarenakan kebutuhan dari rumah sakit asalnya, atau bersifat rolling (bergantian) dari rumah sakit tempat mereka bekerja," jelas Whiko.

Selain itu, petugas di RS GL Tobing telah bekerja seperti biasa dan tetap tinggal di penginapan yang sebelumnya (Hotel di Kualanamu) dengan fasilitas satu kamar untuk dua orang petugas kesehatan.


"Informasi mengenai masalah penggajian juga tidak benar. Karena petugas kesehatan yang tergabung dalam tim kesehatan rumah sakit rujukan Covid-19 di RS GL Tobing memiliki SK Gubernur dan mendapatkan insentif tenaga medis," tegasnya.

Untuk operasional RS GL Tobing sendiri, kata Whiko, tetap menerima pasien Covid-19 yang datang dari luar Kota Medan atau yang dirujuk dari rumah sakit lain. Meskipun diakuinya ada 17 pasien sempat dipindahkan ke RS Martha Friska karena proses peralihan petugas dan 3 pasien telah dipulangkan karena dinyatakan sembuh.

"Tidak ada pekerjaan yang berlangsung dengan sempurna, tanpa keseimbangan dukungan dari semua pihak," papar Whiko. ( cnnindonesia )

Post a Comment for "Angka Meninggal Corona di Sumatra Utara Mencapai 13 Orang"

Berlangganan via Email