Anggaran Pertanian Dipangkas, Begini Tanggapan Demokrat

ilustrasi gambar
BMNews -- Departemen IV Partai Demokrat yang membidangi pertanian, kehutanan dan kemaritiman menggelar dialog ketahanan pangan demi menghadapi peringatan FAO mengenai ancaman krisis pangan.

Kepala Departemen IV Partai Demokrat Muslim mengatakan, pemerintah harus mempersiapkan stok pangan untuk menghadapi segala kemungkinan di tengah pandemi Covid-19 untuk beberapa bulan ke depan.

"Saya minta pemerintah mendesak mempersiapkan segala kemungkinan baik untuk stok pangan untuk beberapa bulan ke depan maupun pembangunan prasarana untuk mendukung produktifitas pangan," kata Muslim dalam keterangannya, Sabtu (9/5).

Muslim mengingatkan, pemerintah agar tidak memotong anggaran Kementerian Pertanian. Dia menyoroti ada pemotongan sekitar Rp7 triliun. Seharusnya di tengah pandemi, anggaran tersebut ditambah. Untuk mendorong infrastruktur pertanian di tengah kemarau mendatang misalnya.

"Seharusnya ini yang berkaitan dengan pangan harusnya jangan dipotong harusnya ditambahkan. Ini berdasarkan FAO dan statemen Jokowi hingga Oktober dan harga beras melonjak tinggi dengan kemarau panjang ini," kata dia.

Sementara itu, dialog interaktif virtual Partai Demokrat ini diikuti 100 peserta dari berbagai daerah dengan latar belakang yang beragam.

Empat pemateri yang dihadirkan yakni, Dr. Ir. Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian RI. Kedua, Winarno Tohir, Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Ketiga, Muslim, SHI, MM, anggota DPR RI Komisi IV yang juga membidangi masalah pangan dan pertanian. Keempat, Dr. Herman Khaeron, anggota DPR RI Komisi VI, yang membidangi BUMN yang salah satunya terkait BUMN Pertanian dan Pupuk.

"Tahap awal karena kita rutin kita buat tentu akan kira buat kebih tajam lagi untuk persoalan krisis pangan ini," tandas Muslim. ( merdeka.com )

Post a Comment for "Anggaran Pertanian Dipangkas, Begini Tanggapan Demokrat"

Berlangganan via Email