Ramadhan Berlalu Sia-Sia, Bagaimana mengatasinya?

Perintah puasa di bulan Ramadan turun dari Allah melalui surat Al Baqarah ayat 183 pada hari Senin, bulan Syakban, tahun kedua Hijrah.

Dalam surat tersebut, Allah SWT berfiman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

sumber : shutterstock
Allah mengatakan, mulai detik ini aku wajibkan pada diri kalian untuk melaksanakan ibadah puasa. Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya di channel YouTube Ceramah Pendek mengatakan, puasa adalah kesempatan dari Allah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Kesempatan ini diberikan kepada setiap orang tanpa kecuali.


Menurut Ustaz Adi Hidayat, puasa membuat yang takwa semakin lekat, yang menengah semakin kuat, serta yang imannya biasa-biasa saja semakin mendekat.

Dia menyebut, ibadah puasa ini untuk mengingatkan dan menguatkan bagi segala kalangan. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi ada ketentuan dan keistimewaannya. Puasa pun sudah dilakukan oleh umat sebelumnya, tapi umat muslim harus buktikan lebih baik dan ada persaingan dalam ibadah.

1. Harus Ada Target

Allah sudah berfirman, tidak semua yang berpuasa mendapatkan derajat takwa, kecuali orang yang bersungguh-sungguh dan serius dalam melaksanakan setiap tahapan ibadah puasa.

Termasuk di antaranya orang yang mendirikan salat, berinfak, dan berinteraksi dengan Alquran. Ketiga hal inilah yang menjadi patokan utama dalam meraih kemuliaan di bulan Ramadan.

Oleh karena itu, menurut Ustaz Adi Hidayat, setiap orang harus memiliki target selama bulan Ramadan agar Ramadan tidak berlalu sia-sia. Ia mengatakan, "Misalnya paham Alquran, satu-dua kali khatam Alquran."

Apalagi, ujarnya, dekat dengan Alquran termasuk yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Sebelum meninggal, Nabi khatam Alquran dua kali. Selama Ramadan, Nabi khatam Alquran minimal sekali.


2. Ramadan sebagai bekal meraih takwa

Selain itu, Ustaz Adi Hidayat juga menyeru untuk meningkatkan ibadah salat. "Jenisnya tambah, tidak hanya yang fardu, tapi juga yang sunnah," ucapnya.

Bahkan, perasaan kita pun dibuat beda oleh Allah. Jika tak semangat melaksanakan ibadan sunah, bisa jadi ada yang salah dengan hati Anda. Sebab, kata Ustaz Adi, iman yang lemah pun diberikan semangat oleh Allah.

Sebab, belum tentu orang mendapat Ramadan karena amalannya dianggap sudah baik. Ramadan adalah kesempatan bertobat dan menebus dosa-dosa. Banyak orang, dalam bulan Rajab dan Syakban, yang dipanggil oleh Allah karena amalnya dianggap sudah cukup.

"Kita masih bertemu dengan Ramadan, karena amal kita belum cukup. Maka, mari kita kejar surga. Sebab dengan cara apalagi kita bisa masuk surga. Diberi wasilah tidak mau," ucap Ustaz Adi.

Ramadan adalah kesempatan untuk mendapatkan kunci surga. Maka, persiapan dilakukan dari sekarang. Latihan salat malam, puasa. Siap bekal dan siap mental, maka akan meraih kesuksesan dalam meraih predikat takwa di mata Allah SWT. ( Liputan 6.com )

Post a Comment for "Ramadhan Berlalu Sia-Sia, Bagaimana mengatasinya?"

Berlangganan via Email