Perjalananku Ke Bukit Amelia Sea, Sungguh Berkesan

Labuan Bajo, Bangmamad.com – Ini masih tentang perjalanan saya di Labuan Bajo. Terik yang membakar serta kuras tenaga membuat saya memutuskan buat kembali dahulu ke hotel.

sumber : www.putriisblogging.com

Istirahat sesaat. Cuaca di Labuan Bajo sedang panas-panasnya. Hujan tidak turun dalam periode waktu yang cukup lama. 

Merasakan kamar yang pendinginnya telah menyala, berasa surga. Langsung saja mata langsung mengantuk serta ajak tidur.

Saya menyetel alarm supaya terjaga sebelum sore. Boe merekomendasikan buat pergi ke Bukit Amelia. 

Di Labuan Bajo, tidak jauh dari kota, terletak tiga bukit yang mempunyai view indah. Bukit Cinta, Bukit Sylia serta Bukit Amelia.


Pengunjung sedang menyaksikan sunset dari Bukit Amelia. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)
Yang pertama diberi nama demikian, sebab di bukit itu, muda mudi seringkali memadu cinta. Dua yang paling akhir diberi nama sesuai nama villa yang dekat sama ke-2 bukit itu. 

Boe memberi pesan supaya saya ke Bukit Amelia. Karena menurut dia di situlah view paling baik yang dapat didapat. 

Bukit Cinta ada persis di belakang Lapangan terbang Komodo Labuan Bajo. Buat sampai pucuk bukit cukup gampang,  serta kendaraan sepeda motor dapat sampai di puncaknya. Terletak dibagian timur dengan panorama laut. 

Di bukit ini, matahari tenggelam terhambat satu bukit. Tetapi dari Bukit Cinta dapat melihat pesawat terlepas landas atau datang. 


Bukit Sylvia berlokasi di samping barat dari gugusan perbukitan Labuan Bajo sisi utara. Dari bukit ini langsung dapat lihat laut tanpa ada terletak rintangan apa saja. Matahari tenggelam dapat kelihatan jelas dari sini. 

Tidak jauh dari Bukit Sylvia, cuma memiliki jarak seputar 200 mtr., berlokasi Bukit Amelia. Ke sanalah saya meningkatkan sepeda motor selesai tidur siang yang lelap. Jalanan naik menyongsong dengan panorama yang indah di samping kiri. 

Beberapa hotel serta penginapan dilalui. Diantaranya Escape Bajo yang dibuat pas di bibir tebing. 

Papan kecil tertulis Bukit Amelia Sea View memberikan saya panduan serta memarkir sepeda motor di tanah lega. Pas di muka saya tersaji bukit kecil.

Bila nafas tidak kuat buat mendaki, bukit kecil ini dapat jadi penghibur. Dari punggungnya panorama indah tersaji. 

sumber : gramhoo.com

Tetapi saya akan pucuk Bukit Amelia, seperti pesan Boe. Jalan setapak ke arah puncaknya cukup curam, berpasir serta berbatu-batu kecil. Saya harus berhati-hati supaya tidak tergelincir dengan perlengkapan photografi yang saya tenteng. 

Perlu seringkali istirahat yang berisi memphoto buat sampai di puncaknya. Pendek trackkingnya, tetapi cukup kuras tenaga. Saya masih punyai banyaknya waktu istirahat sebelum memphoto sunset. 

Makin sore makin banyak pengunjung yang hadir. Saya berteman dengan sebagian orang, umumnya ialah pelancong. Mereka hadir dari beberapa wilayah di Nusantara. Beberapa wisatawan asing terlihat nikmati panorama di bukit ini. 

Saya berdiri menghadap barat dengan hidangan panorama perairan Labuan Bajo dengan kapal-kapal wisata.

Dari kejauhan terlihat gugusan pulau-pulau, yang seolah tercampakan demikian saja, membuat susunan tidak teratur yang indah. Salah satunya pulau besarnya ialah Pulau Komodo yang tersohor itu. 

Saya terdiam dengan yang tersaji, serta kagum pada keindahan Labuan Bajo. Patut saja negeri ini dibanjiri pelancong. 

sumber foto : ngetripkemana.com
Matahari perlahan-lahan mulai terbenam. Warna langit mulai beralih ke kemerah-merahan. Sayangnya dua pulau yang sejajar dengan bukit menghambat panorama matahari tenggelam di garis semu laut serta langit. 

Tetapi saya riang sebab memperoleh latar warna langit yang membahana dengan formasi sepasang wisatawan asing yang nikmati sunset sore itu.

Beberapa orang senang serta tidak menyiakan event berpose mesra. Semua berdecak takjub dengan kemurahan Tuhan pada Labuan Bajo. Saya jatuh hati dengan tujuan wisata ini. Nantinya saya akan balik lagi. 

Waktu matahari betul-betul lenyap, satu-satu pengunjung mulai turun. Malam menjemput serta gelap mulai merayap. Tetapi saya terus memphoto, menanti blue hour, warna langit setelah sunset. Serta saya mendapatinya!. 


Waktu sinar seputar betul-betul telah gelap, saya lantas beringsut turun. Serta rupanya tinggal saya sendiri. Headlamp yang telah saya sediakan jadi penerang. Seringkali saya harus cari pegangan di rumput-rumput supaya tidak tergelincir ke bawah. 

Malam sudah turun, waktu kembali pada kota. Tidak langsung ke hotel, tetapi singgah di tempat kuliner makanan laut,  Kampung Ujung.

Di sini berjejer beberapa puluh lapak penjual ikan serta makhluk laut yang lain. Fresh tetapi mahal. Lidah saya terlatih dengan masakan Manado yang pedas, serta saya tidak merasai itu di Labuan Bajo. (sumber penulis : Ronny Adolof Buol)

Post a Comment for "Perjalananku Ke Bukit Amelia Sea, Sungguh Berkesan"

Berlangganan via Email