Mahfud MD: Kasus Ravio Pembelajaran Bagi Aparat

Bangmamad.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD angkat bicara mengenai kasus penangkapan aktivis Ravio Patra. Ia mengatakan, ini bisa menjadi pembelajaran penting bagi aparat Kepolisian dalam menangani suatu kasus.

Menko Polhukam Mahfud MD (Dok. Istimewa)

"Pelajaran yang kedua tentu kepada aparat, tetapi kita tentu akan menahan diri juga. Kalau tidak ada bukti yang kuat, ya, anggap saja itu sebagai kritik," kata Mahfud dikutip dari Antara, Minggu (26/4).

1. Kepolisian tidak bisa menangkap seseorang tanpa ada bukti kuat

Mahfud menjelaskan, kasus ini menjadi pelajaran bagi aparat kepolisian agar lebih menahan diri untuk tidak menangkap seseorang sampai ada bukti yang kuat.

Mengenai aktivis Ravio Patra yang sempat ditangkap karena dugaan menyebarkan pesan berisi hasutan dan ujaran kebencian kemudian dibebaskan, Mahfud menilai sebagai bentuk kehati-hatian aparat Kepolisian.


"Saya kira kami pemerintah itu juga sadar bahwa demokrasi itu meniscayakan adanya kritik. Kritik itu tidak dibunuh, tetapi di antara gelombang kritik itu tidak dapat dipungkiri ada orang yang memang mau merusak, tidak pernah mau membuat penilaian yang objektif," ujarnya.

2. Mahfud ajak seluruh masyarakat untuk berhati-hati menjaga keamanan telepon

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Indonesia dengan menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran, termasuk bagi masyarakat untuk berhati-hati menjaga keamanan akun atau telepon selulernya.

"Kita sama-sama harus menjaga negara ini. Saya sama sekali tidak menyalahkan masyarakat sipil yang kemudian membela ramai-ramai Mas Ravio. Itu kita saling berhati-hati untuk aparat dan masyarakat sipil. Mari kerja sama untuk negara ini," tuturnya.

3. Ravio ditangkap oleh aparat Kepolisian pada Rabu (22/4)

Nama Ravio Patra menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat sejak Kamis (23/4). Pria yang bekerja sebagai peneliti kebijakan publik dan pegiat advokasi legislasi itu ditangkap oleh pihak yang diduga aparat kepolisian di depan rumah aman pada Rabu (22/4).

Sebelum ditangkap oleh Polda Metro Jaya, Direktur Eksekutif SAFEnet, Damar Juniarto mengatakan aplikasi WhatsApp milik Ravio sempat diretas. Ravio sendiri yang melaporkan ke Damar pada Rabu (22/4). Hal ini juga disampaikan Ravio di akun Twitternya.

Ravio juga sempat meminta agar aplikasi pesan pendek itu diperiksa oleh perwakilan WhatsApp. Kepala keamanan WhatsApp membenarkan aplikasi itu sempat dibobol orang. 

Damar kemudian meminta Ravio untuk mengumpulkan semua bukti agar pemeriksaan terhadap gawainya dapat dilakukan. Tetapi, Damar sudah tidak bisa mengontak Ravio sejak (22/4) malam lalu.

Pada Kamis (23/4) pagi, ia mendapat informasi bahwa Ravio ditangkap oleh pihak yang diduga intel kepolisian sebelum akhirnya dibebaskan. (idntimes)

Post a Comment for " Mahfud MD: Kasus Ravio Pembelajaran Bagi Aparat "

Berlangganan via Email