Gawat, Semakin Hari Semakin Banyak Pesepakbola Yang Stress Akibat Corona

Bangmamad.com – Asosiasi Pesepak Bola Internasional (FIFPro) mengungkapkan semakin banyak pesepak bola mengalami gejala depresi selama pandemi virus corona (COVID-19).

sumber : @andresilva9 instagram

Ya, setidaknya 13 persen pemain mengalami gejala depresi selama periode 22 Maret hingga 14 April tahun ini. Walau sedikit, angka itu mengalami peningkatan, dari 6 persen di periode Desember 2019-Januari 2020.


FIFPro mengumpulkan data 1.602 pemain yang berasal dari 16 negara berbeda sejak 22 Maret hingga 14 April. Sementara responden pada periode Desember 2019-Januari 2020 hanya 307 pemain.

Sekretaris Jenderal FIFPRO Jonas Baer-Hoffmann menilai kejadian itu merupakan gambaran dari situasi di masyarakat umum. Apalagi bagi beberapa pemain dari negara asing yang tengah merantau.

“Kami sadar keadaan ini merupakan gambaran di masyarakan luas. Usia kontrak pemain rata-rata di bawah dua tahun. Banyak dari mereka tinggal di negara asing, tanpa ada saudara yang mendampingi,” kata Baer-Hoffmann dikutip dari Sky Sports.

Akibat pandemi virus corona, mayoritas kompetisi memang mengalami penundaan yang berkepanjangan. Bahkan, tak sedikit di antaranya harus dibatalkan. Tanpa ada pertandingan, tim pun tak memiliki penghasilan.

Para pemain pun merasakan akibatnya, dengan harus menerima pemotongan gaji. Padahal, tidak semua pemain bisa beruntung bisa memiliki sponsor pribadi, dan hanya mengandalkan sepak bola.

“Kebanyakan dari mereka sangat tergantung dengan kemampuan sepak bolanya sebagai penghasilan. Mereka tidak siap untuk menghadapi keadaan yang akan datang selanjutnya,” ujarnya. (inews)

Post a Comment for "Gawat, Semakin Hari Semakin Banyak Pesepakbola Yang Stress Akibat Corona"

Berlangganan via Email