Dampak Pandemi Hingga Lockdown Terhadap Pasar Properti Di London

Bangmamad.com - Menurut keterangan dari broker properti Knight Frank LLP memperkirakan jika Inggris akan membangun rumah 35 persen lebih sedikit dari prediksi tahun ini. Bahkan untuk beberapa pengembang terbesar di negara tersebut akan berencana untuk kembali ke sektor konstruksi.

RumahCom – Kebijakan pemerintah tentang adanya lockdown yang diterapkan di Inggris membuat penjualan rumah dan properti senilai US$102 miliar untuk saat ini tertahan.
Untuk awalan sebelum Inggris memutuskan untuk melakukan lockdown, penetapan penjagaan jarak sosial akibat wabah Covid-19 telah menghantam baik dari pembangunan maupun permintaan sehingga jumlah rumah pribadi yang dibangun pada tahun ini diperkirakan hanya mencapai 56 ribu lebih kecil dari prediksi.

Sementara itu ketika fase lockdown, Portal Properti Zoopla menyebutkan bahwa aturan pemerintah yang bertujuan menahan penyebaran wabah Covid-19 tersebut menutup pasar properti di Inggris untuk sementara waktu. Dengan jumlah hunian sebanyak 373.000 rumah yang siap dijual dan selesai dibangun antara April dan Juni batal ditransaksikan.

Ia juga menambahkan bahwa adanya pandemi ini memberikan efeek yang sangat signifikan terhadap skala dan kecepatan para pengembang dalam pembangunan hunian tersebut.

“Pengembang berada di bawah tekanan yang meningkat untuk mematuhi kontrol sosial yang ketat dan juga makin berkurangnya ketersediaan pekerja terampil,” jelasnya.

Dalam keterangannya, Zoopla juga menyebutkan bahwa jumlah hunian yang selesai dibangun tahun ini hanya akan terdapat separuhnya saja dibandingkan dengan tahun lalu. Kendati demikian, jumlah dari pengunjung pancari rumah atau calon konsumen di Zoopla sendiri juga turun hingga 70 persen pada Maret lalu.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sudah kembali bekerja pekan ini dan mengatakan bahwa Inggris sudah mulai melewati puncak wabah. Namun, dirinya tetap meminta agar warganya membatasi pergerakan sampai puncak gelombang kedua terlewati.

Para ilmuwan di sana juga telah memberi pilihan untuk mulai menarik aturan pembatasan sosial dengan detail aturan yang baru akan dikeluarkan pekan depan. Ada kemungkinan besar bahwa Inggris akan segera memulai kembali perekonomiannya.

Ia juga menambahkan pada Selalu kemarin bahwa kabar baik dari hal tersebut adalah jumlah total properti yang terjual saat ini hanya turun 4 persen dari jumlah yang sudah didaftarkan pada awal Maret bulan lalu. Hal ini terjadi karena tidak ada penjual yang menarik propertinya dari daftar.

Data tersebut diharapkan bisa menimbulkan kembali kepercayaan diri pasar sehingga bisa segera rebound setelah aturan pembatasan sosial ditiadakan.

Sumber: bisnis.com (rumah)

Post a Comment for "Dampak Pandemi Hingga Lockdown Terhadap Pasar Properti Di London"

Berlangganan via Email