Aturan Pelaksanaan Sholat Tarawih di Masjidil Haram 1441 H

Bangmamad.com - Kepala Urusan Umum Masjid Agung dan Masjid Nabawi Syekh Dr. Abdul Rahman bin Abdulaziz Al-Sudais, membenarkan pelaksaan Sholat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan dilaksanakan pada Ramadhan 1441 ini. Namun hal tersebut diberlakukan hanya untuk para petugas masjid, bukan untuk umum seperti pada tahun-tahun kemarin.

Ilustrasi Masidil Haram (Makkah Al-Mukarramah)

Dilansir dari laman SABQ, Rabu (22/4/2020), Syekh Abdulaziz Al-Sudais mengatakan penangguhan Sholat Tarawih bagi pengunjung dan warga sekitar dua Masjid Suci dilakukan guna mencegah penularan virus corona (COVID-19).

Sementara itu rakaat Sholat Tarawih akan lebih dipersingkat jadi 10 rakaat. Lalu bagaimana dengan itikaf? Untuk lebih jelasnya berikut ketentuan yang diterapkan dalam pelaksanaan ibadah Ramadhan di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

1. Sholat Tarawih akan diadakan tanpa kehadiran publik, hanya dengan staf.

2. Sholat Tarawih telah diubah menjadi 10 rakaat, yakni 6 + 4 termasuk sholat witir.

3. Imam pertama akan memimpin 3 tasleemat dan Imaam kedua akan memimpin 2 tasleemat dan Shafa termasuk witir, kemudian membaca doa qunut akan dipersingkat.

4. Buka puasa bersama tidak dilaksanakan di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi, namun masyarakat masih akan menikmatinya dari keranjang yang akan didistribusikan di sekitar kota Makkah dan Madinah.


5. Itikaf tidak laksanakan di Masdjidil Haram dan Masjid Nabawi.

6. Umrah akan tetap ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

7. Penyelesaian pembacaan Al-Qur’an dilakukan antara sholat tarawih dan tahajud. Khatam Al-Qur’an dilakukan pada malam ke-29 saat Tahajjud.

8. Pemeriksaan kesehatan lanjutan masih dilakukan untuk semua pekerja, dan mereka yang hadir saat sholat jenazah saat masuk Masjidil Haram serta Masjid Nabawi.

Sementara itu Pemerintah Arab Saudi tengah mengembangkan rencana operasional berdasarkan empat skenario, yaitu (situasi saat ini, pekerjaan parsial, pekerjaan relatif, dan pekerjaan penuh). Selain itu pemerintah mengatur semua prosedur serta persyaratan untuk setiap jenis pekerjaan.

"Semoga Allah melindungi kita dan mengikuti komite khusus dan prosedur dari otoritas terkait Masjid Nabawi dan Masjidil Haram dengan fleksibilitas dalam operasi sesuai dengan instruksi yang dikeluarkan," demikian dilansir dari laman SABQ.

Lebih lanjut saat ini tercatat ada 11.631 kasus virus corona di Arab Saudi, 9.882 di antaranya masih dirawat, 1.640 pasien sembuh, dan 109 meninggal dunia.(okezone.com)

Berlangganan via Email