7 Fakta Menarik Dari Ibu R.A Kartini Pelopor Pembangunan Perempuan Indonesia

Bangmamad.com--21 April jadi hari istimewa bagi kaum perempuan di Indonesia. Sebab setiap tahunnya, pada 21 April inilah rutin diperingati sebagai Hari Kartini, untuk mengenang jasa pahlawan Raden Adjeng atau R.A Kartini sebagai pahlawan yang memperjuangkan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan.

Pahlawan Ibu RA Kartini
Sebagai sosok seorang pahlawan nasional, R.A. Kartini memiliki fakta-fakta menarik seputar dirinya. Apa saja fakta-fakta seputar perempua yang meninggal pada 17 September 1904 tersebut? Menghimpun berbagai sumber, Selasa (21/4/2020) berikut ulasan singkat tujuh fakta seputar R.A Kartini.

1. Haus ilmu agama

Tak banyak yang mengungkapkan bahwa Kartini adalah sosok perempuan Jawa yang bukan hanya haus ilmu pengetahuan secara umum namun ia juga haus akan ilmu agama Islam. Sebagai Muslim, Kartini merasa belajar mengajinya tidak sempurna jika tidak dibarengi dengan belajar terjemahan Al-Qur'an. Hasrat kuat Kartini mengungkap arti ayat-ayat dalam Al-Qur'an, terungkap melalui perkataannya kepada sang sahabat Stella Zeehandelaar, yang terdapat dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang, "Manakah boleh aku cinta akan agamaku kalau aku tiada kenal, tiada boleh aku mengenalnya," .


2. Dipakai jadi nama jalan

Namanya menggaung hingga ke Eropa, nama Kartini dipakai untuk menjadi nama jalan di empat kota di Belanda. Di kota Utrecht, Venlo, Amsterdam, dan Haarlem.

3. Enterpreneur

Tahukah Anda jika ibu satu orang putra ini sempat membangun bengkel ukir kayu untuk para pemuda di Rembang. Bengkel ukir kayu inilah yang menjadi cikal bakal tulang punggung perekonomian di Kabupaten Jepara dan Rembang.

4. Hobi membaca buku asing

Otak cerdas dan pemikiran kritis Kartini, salah satunya karena ia hobi sekali membaca. Kartini selain berlangganan majalah, ia juga banyak melahap koran lokal terbitan Semarang yang bernama De Locomotief dan diasuh oleh Pieter Brooshooft. Buku-buku bahasa Belanda karya penulis Belanda, Van Eeden lalu buku karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek yang juga penulis Belanda, sampai buku karya orang Jerman bergenre roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, berjudul Die Waffen Nieder adalah buku-buku asing yang biasa dibaca oleh Kartini.

5. Murid Kiai Soleh Darat

Kartini berguru pada sosok ulama terkenal dari Tanah Jawa, Kiai Soleh Darat. Guru spiritual Kartini ini adalah salah satu tokoh yang vokal meneriakkan semangat nasionalisme usai perang Pangeran Diponegoro di kalangan masyarakat Jawa.

6. Sempat membangun sekolah

Suami Kartini, Bupati Rembang, K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat memahami keinginan sang istri yang ingin tetap belajar dan mengajari warga sekitar. Oleh Adipati, Kartini didukung untuk mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang perkantoran Rembang. Kini bangunan tersebut, kabarnya difungsikan menjadi gedung pramuka.


7. Putus sekolah

Meskipun cerdas, memiliki pemikiran visioner dan berwawasan luas. Kartini faktanya harus putus sekolah, ia diketahui hanya bersekolah di ELS (Europese Lagere School) sampai usia 12 tahun. Di usia 15 tahun, seperti kebanyakan perempuan Jawa pada masa itu, ia harus berdiam diri dipingit di dalam rumah. (okezone.id)

Post a Comment for "7 Fakta Menarik Dari Ibu R.A Kartini Pelopor Pembangunan Perempuan Indonesia"

Berlangganan via Email