5 Fakta Pelaksanaan Sidang Isbat Secara Online Tentukan 1 Ramadhan 2020-Lihat Sitem Pelaksanaan

Bangmamad.com--Seluruh umat Islam kini tengah menunggu hasil sidang isbat 1 Ramadhan 2020 yang menentukan awal puasa dan Idul Fitri. Sidang isbat 1 Ramadhan 2020 rencananya akan digelar pada Kamis (23/4/2020).

Melihat Hilal (Bangmamad.com)
Namun sidang isbat 1 Ramadhan 2020 berbeda dengan yang pernah dilakukan pada tahun sebelumnya. Pandemi virus corona menyebabkan sidang harus dilaksanakan sambil menerapkan physical distancing.

Berikut 5 fakta pelaksanaan Sidang Isbat 1 Ramadhan 2020:

1. Sidang isbat 1 Ramadhan 2020 dilakukan online

Kementerian Agama atau Kemenag akan menggelar sidang isbat 1 Ramadhan 2020 secara online. Skenario online dipilih untuk menekan risiko penularan virus corona atau COVID-19

"Seiring kebijakan physical distancing dan sesuai protokol kesehatan, kita menghindari ada kerumunan. Sidang isbat akan memanfaatkan teknologi teleconference sehingga peserta dan media tidak perlu hadir di Kementerian Agama," ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin.

Masyarakat dapat menyaksikan pelaksanaan sidang 1 Ramadhan 2020 melalui live streaming website dan media sosial Kemenag. Sebelum sidang dimulai akan ada paparan hilal awal Ramadhan 1441 H dari anggota tim falakiyah Kementerian Agama.

2. Metode penetapan hilal di sidang isbat 1 Ramadhan 2020

Penetapan hasil sidang isbat 1 Ramadhan 2020 biasanya menggunakan dua metode, yaitu hisab dan rukyatul hilal. Hisab adalah metode yang mengandalkan perhitungan astronomis matahari, bumi, dan bulan. Metode hisab dilakukan karena sulitnya mengamati hilal dengan mata telanjang.


Rukyatul hilal adalah pengamatan langsung bulan sabit pertama (hilal) yang menandakan dimulainya 1 Ramadhan 2020. Untuk melihat hilal, biasanya posisi bulan harus berada dua derajat di atas matahari.

Syarat lainnya adalah jarak elongasi dari matahari ke arah kanan atau kiri. Semakin lebar maka makin mudah melihat hilal dengan mata telanjang. Metode hisab dan hilal saling dukung menentukan hasil sidang isbat 1 Ramadhan 2020.

3. Protokol pemantauan sidang isbat 1 Ramadhan 2020

Metode rukyatul hilal memerlukan pengamatan langsung saat pelaksanaan sidang isbat 1 Ramadhan 2020. Kemenag telah menetapkan 7 prosedur yang menjaga jarak namun tidak mengganggu hasil pengamatan hilal.

Berikut protokol pengamatan hilal:

a. Peserta dibatasi maksimal 10 orang menyesuaikan dengan prosedur kesehatan


b. Pembatasan area antara perukyat dan undangan dalam pelaksanaan rukyatul hilal

c. Semua peserta wajib menggunakan masker dan diukur suhu tubuhnya sebelum masuk arena undangan

d. Petugas yang dalam kondisi tidak sehat dilarang mengikuti rukyatul hilal

e. Setiap instrumen pemantauan meliputi teleskop, theodolite, atau kamera, hanya dioperasikan satu orang dan tidak saling pinjam pakai. Instrumen harus dibersihkan dengan disinfektan usai digunakan

f. Petugas dilarang berkerumun di sekitar instrumen pemantauan yang telah ditempatkan

g. Petugas dihimbau melakukan sholat hajat memohon keselamatan dan kelancaran selama pemantauan hilal.


4. Ada 82 titik pemantauan hilal sidang isbat 1 Ramadhan 2020

Pemerintah menyiapkan 82 titik lokasi rukyatul hilal pada sidang isbat 1 Ramadhan 2020 di 34 provinsi di Indonesia. Lokasi pemantauan hilal paling banyak berada di Jawa Timur dengan 27 titik.

"Rukyatul hilal dilaksanakan oleh petugas Kanwil Kemenag Provinsi bekerja sama dengan ormas Islam, BMKG, dan Mahkamah Agung. Selain Jawa Timur, titik pantau paling banyak berada di Jawa Barat dengan 8 lokasi," kata Kamaruddin.

Hasil rukyatul hilal kemudian dibahas bersama data hisab dalam sidang isbat 1 Ramadhan 2020. Sidang isbat akan menentukan dimulainya puasa Ramadhan bagi seluruh umat Islam di Indonesia.

5. Sidang isbat 1 Ramadhan 2020 diiringi doa terkait corona

Hasil sidang isbat 1 Ramadhan 2020 yang menentukan awal puasa diiringi doa dari seluruh masyarakat Indonesia. Doa tersebut berisi harapan supaya pandemi virus corona segera berlalu.

Wabah virus corona mempengaruhi pola ibadah umat Islam di dunia selama Ramadhan. Ibadah tak lagi dilakukan bersama-sama di masjid yang berisiko menularkan virus corona. Ibadah dilakukan di rumah masing-masing sebagai upaya menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan.

Selain itu, silaturahim juga dilakukan secara online untuk menekan penyebaran virus corona. Budaya pulang kampung diubah menjadi saling kirim doa dan maaf dari jarak jauh.(Detik.com)

Berlangganan via Email