101 Dari 606 Perusahaan Pelanggar PSBB di Jakarta Langsung Ditutup

Bangmamad.com - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta menyatakan ada 660 perusahaan di Ibu Kota melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun, 101 di antaranya langsung ditutup.

Kota Jakarta (bangmamad)

"101 perusahaan ditutup hingga PSBB selesai, yaitu 22 Mei 2020," kata Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansah kepada wartawan, Selasa (28/4/2020).

Ke 101 perusahaan yang ditutup itu merupakan usaha di luar 11 sektor yang masih diizinkan beroperasi selama PSBB berdasarkan Pasal 11 Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020.

Perusahaan yang ditutup itu 16 di antaranya di Jakarta Pusat, 26 di Jakarta Barat, 19 di Jakarta Utara, 7 di Jakarta Timur dan 33 di Jakarta Selatan.

Kemudian ada 119 usaha dari 660 perusahaan yang melanggar diberi peringatan oleh Disnakertrans DKI karena tidak menerapkan protokol kesehatan selama PSBB. Ke 119 usaha itu telah mendapatkan izin operasi dari Kementerian Perindustrian.

"Kita serahkan ke Kementerian Perindustrian untuk menerapkan sanksinya. Tugas kita hanya melakukan pembinaan dan pelaporan saja," ujar Andri.

Sementara itu ada 440 usaha yang diizinkan beroperasi selama PSBB di Jakarta dinyatakan melanggar karena tak menerapkan protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam Pergub Nomor 33 Tahun 2020. Perusahaan itu hanya diberi teguran, tak ditutup.


"Perusahaan itu tersebar di Jakarta Pusat ada 127 perusahaan, 56 Jakarta Barat, 80 Jakarta Utara, 74 Jakarta Timur, 99 Jakarta Selatan, dan 4 Kepulauan Seribu," katanya.

Andri menolak menyebutkan identitas perusahaan melanggar PSBB baik yang sudah ditutup maupun diberi peringatan. "Belum bisa diumumkan, nanti ya," ujarnya.

Berdasarkan Pasal 10 Pergub Nomor 33 Tahun 2020, hanya 11 sektor usaha yang diizinkan beroperasi selama PSBB di Jakarta.

Adalah sektor kesehatan; bahan pangan, makanan, minuman; energi; komunikasi dan teknologi informasi; keuangan; logistik; perhotelan; konstruksi; industri strategis; pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu; dan kebutuhan sehari-hari.

Andri perusahaaan yang tidak diizinkan buka saat masa PSBB untuk mematuhi aturan Pergub Nomor 33 Tahun 2020, mengingat penyebaran virus corona (Covid-19) sangat mengkhawatirkan. (okezone)

Post a Comment for "101 Dari 606 Perusahaan Pelanggar PSBB di Jakarta Langsung Ditutup"

Berlangganan via Email