Air Terjun Lembah Khayangan, Pesona Kerinci yang Masih Alami

Sebuah perjalanan yang teramat seru dan begitu menyenangkan sering Bang Mamad rasakan. Ternyata tempat-tempat indah itu tidak harus jauh dan mahal. 

sumber : @orie.havier via instagram

Hal itu Bang Mamad rasakan ketika lebaran kemarin. Tak ada niat khusus sebenarnya, Bang Mamad menghabiskan libur lebaran dengan berlibur ke Kabupaten Kerinci yang bisa dibilang surga dengan jutaan pesona alam yang indah.

Sebenarnya sudah beberapa kali ke Kerinci. Tapi kali ini beda karena berangkatnya sama teman-teman sekanpung Bang Mamad. Berangkat dari Kota Jambi jam 08.00 pagi, kami memacu kendaraan pelan dan sampailah ke Kerinci tepatnya Kayu Aro pada waktu magrib.

Untuk menghabiskan malam, kami menginap di Homestay yang berada di Desa Kersik Tuo, berada tepat di pintu gerbang jalur masuk pendakian Gunung Kerinci atau dekat tugu macan.

Pemandangan luar biasa dapat kami lihat dari homestay yang bertarif 200 ribu rupiah permalam ini. Pemandangan Gunung Kerinci dan padang kebun teh begitu indah dan menggugah untuk dijadikan spot berfoto di pagi hari.

Setelah bagun kami dihidangkan sarapan oleh pemilik homestay dan kami bergegas untuk menuju destinasi wisata yang akan dituju.

Mulai dari Kebun Teh, Air Terjun Telun Berasap, Bukit Khayangan dan Danau Kerinci. Cukup kecewa rasanya mengunjungi destinasi wisata tersebut. 

Di Air Terjun Telun Berasap memang menawarkan pemandangan yang indah, akan tetapi biaya masuk dan parkir dirasa terlalu mahal. Untuk parkir dikenakan tarif 15 ribu dan masuk 15 ribu untuk dewasa dan 10 ribu untuk anak-anak.

Biaya tersebut terbilang normal jika tempat wisatanya dikelola dengan baik. Namun sayang air terjun yang sangat indah tersebut lokasinya menjadi kurang indah karena banyaknya tumpukan sampah dan para pedagang yang berjualan. Anehnya ketika mau ke toilet kita diharuskan pula membayar sebesar 3 ribu rupiah.

Sama halnya dengan Danau Kerinci, ketika Bang Mamad masuk per orang kami dikenakan tarif masuk 5 ribu x 7 orang dan parkir 10 ribu. Alih-alih menikmati eksotika danau Kerinci, Bang Mamad sangat terganggu dengan tumpukan sampah yang ada di mana-mana. Belum lagi toiletnya berbayar dan bingung juga berapa bayarnya karena pas ngasih uang kembaliannya tak sesuai.

Kecewa dengan hal tersebut, Bang Mamad diajak salah satu kenalan yang tahu alam Kerinci yang memang eksotis dan mempesona. Tak jauh dari Danau Kerinci, Bang Mamad dan teman-teman memacu kendaraan menuju Desa Talang Kemulun, Kecamatan Danau Kerinci.

Di tempat ini ada air terjun nan mempesona dan masih alami bernana Air Terjun Lembah Khayangan. Untuk ke Desa Talang Kemulun akses terbilang mudah dan hanya sekitar 10-15 menit dari Danau Kerinci.

Suasana alami pedesaan begitu terasa ketika kami menginjakkan kaki di Desa Talang Kemulun. Bukit nan hijau dan sawah-sawah serta sungai yang jernih ditambah masyarakat yang ramah membuat tempat ini begitu spesial. 

Dari Desa Talang Kemulun kami mendaki bukit menuju air terjun yang katanya bertingkat-tingkat ini. Dan katanya semakin tinggi tingkatan maka semakin sulit pula medannya. 

Puas trekking sekitar satu jam, sampailah kami dan rombongan di lokasi air terjun ini. Suasana alami hutan lebat dan air terjun yang mirip tirai, benar-benar menggoda kami untuk menceburkan diri.

Rasa lelah terbayar dengan pemandangan begitu indah dan alami. Untuk foto lokasi ini sangat mempesona dan instagramable. Mandi di sini juga sangat mengasyikkan.

Sayang senja telah menyapa, jadi kami harus segera turun. Air Terjun Lembah Khayangan sangat Bang Mamad rekomendasikan untuk Anda ke Kerinci. Dijamin Anda tidak akan kecewa. Apalagi suasana Desa dan masyarakat sangat mendukung.

Bagi Mamad, Air Terjun Lembah Khayangan adalah tempat hits kekinian yang wajib sobat kunjungi ketika ke Kerinci.

Post a Comment for "Air Terjun Lembah Khayangan, Pesona Kerinci yang Masih Alami"

Berlangganan via Email